PERILAKU KONSUMEN

PENDAHULUAN

SUMBERDAYA KONSUMEN DAN PENGETAHUAN

NAMA                  : MUHAMMAD RAMADHAN

NPM/KELAS        : 12209062

KELAS                  : 3EA12

MATA KULIAH   : SUMBER DAYA KONSUMEN DAN PENGETAHUAN
DOSEN                 : SENO SUDARMONO HADI

UNIVERSITAS GUNADARMA

BEKASI

2011

KATA PENGANTAR

            Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas

limpahan Rahmat dan Karunia-Nya sehingga Laporan ini terselesaikan.

Dalam penyusunan Laporan ini kami banyak mendapat bantuan dan masukan dari berbagai pihak, dengan ini kami tak lupa menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Yth:

1. Prof. Dr. E. S. Margianti, SE., MM selaku Rektor Universitas Gunadarma

2. Orang tua yang juga telah banyak memotivasi / memberikan dorongan materi

dan lain-lainnya dalam rangka penyelesaian Penelitian Ilmiah.

3. Bapak Seno Sudarmono Hadi selaku Dosen Perilaku konsumen  yang telah banyak memberikan teori dan pelajaran yang penting buat saya.

4. Bapak/Ibu Dosen yang telah banyak memberikan arahan sampai kami dapat menyusun laporan sesuai dengan sistematika.

Laporan ini tentu masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kami mengharapkan kritik dan saran dari berbagai pihak yang bersifatmembangun dari para pembaca guna lebih menyempurnakan penyusunan berikutnya.

Kami sebagai penyusun mengharapkan semoga Laporan ini dapat memberikan sumbangan pikiran serta bermanfaat bagi para pembaca yang terkait pada masalah ini.

Bekasi,………………… 2011

Penyusun

Muhammad Ramadhan

NPM. 12209062

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1       Latar Belakang Masalah

Sumberdaya ekonomi pada dasarnya dapat diartikan sebagai sesuatu atau segala sesuatu sumberdaya yang dimiliki baik yang tergolong pada sumberdaya alam (natural resources/endowment factors) maupun potensi sumberdaya manusia yang dapat memberikan manfaat (benefit) serta dapat digunakan sebagai modal dasar pembangunan (ekonomi) wilayahtingkat ketergantungan terhadap sumberdaya secara struktural harus bisa dialihkan pada sumberdaya alam lain

1.2       Pokok Permasalahan

“Bagaimana Analisis Sumberdaya konsumen dan pengetahuan itu?”

1.3       Tujuan dan Manfaat Laporan

1.3.1    Tujuan Laporan

Untuk mengetahui bagaimana Peranan Sumberdaya konsumen dan pengetahuan terhadap individu, anggota masyarakat, dan Keputusan konsumen.

1.3.2    Manfaat Laporan

1. Secara akademik merupakan salah satu persyaratan untuk menyelesaikan program S1 pada Universitas Gunadarma

2. Memperdalam ilmu pengetahuan yang diperoleh di bangku kuliah dengan membandingkan teori dan praktek pada dunia kerja yang sesungguhnya.

3. Dapat memberi gambaran tentang kegiatan dan aktifitas suatu perusahaan secara nyata dan jelas.

1.4       Metodelogi

1.4.1    Metode Pengumpulan Data

Metode studi kasus adalah metode yang bertujuan untuk memecahkan masalah dengan mengumpulkan data, menyusun dan menginterpretasikan kemudian menarik kesimpulan tersebut pada lingkup penelitian yang dilaksanakan (Imam Asyari Sapari, Drs. 1983: 81). Dalam hal ini peneliti akan meneliti suatu kasus tertentu mengenai Sumberdaya konsumen dan pengetahuan.

1.4.2    Teknik Pengumpulan Data

Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan penulis menyelesaikan laporan ini adalah:

1. Observasi yaitu teknik pengumpulan data dengan pengamatan secara langsung tentang pembelian.

2. Interview yaitu teknik pengumpulan data dengan mengadakan wawancara atau tanya jawab secara langsung dengan masyarakat

1.4.3    Jenis dan Sumber Data

1. Jenis Data

a. Kuantitatif yaitu data berupa angka-angka dalam tabel, mengenai kredit konsumtif untuk pegawai dan pensiun tahun 2007 sampai dengan tahun 2008.

b. Data kualitatif yaitu data yang berupa informasi uraian – uraian atau penjelasan-penjelasan.

2. Sumber Data

a. Data primer yaitu data yang diperoleh langsung dari objek penelitian, khususnya pada bagian kredit dan bagian lain yang terkait pada Sumberdaya konsumen dan pengetahuan

b. Data sekunder yaitu data yang bersumber dari luar perusahaan atau yang bersumber dari buku-buku pedoman serta teori-teori yang ada hubungannya dengan pokok permasalahan yang diajukan.

1.4.4    Teknik Analisa

Data Analisa yang digunakan untuk menjawab pokok permasalahan yang diajukan di muka adalah :

1. Analisa kualitatif yaitu penjelasan atau keterangan tentang hasil penelitian serta uraian yang membandingkan antara teori dan penerapan di lapangan.

METODE PENULISAN

Metode penulisan yang dipakai oleh penulis adalah dengan objek yang dipakai Pada Sumberdaya konsumen dan pengetahuan. Dengan memberikan pertanyaan yang telah dibuat penulis yaitu pertanyaan mengenai sejarah Sumberdaya konsumen dan pengetahuan.

                                                BAB II

2.2 INTISARI DARI MAKALAH

Mata kuliah perilaku konsumen ini membahas sumberdaya manusia dalam proses pembangunan ekonomi dalam konteks untuk mengurangi kesenjangan pembangunan ekonomi pada dasarnya harus dilihat dari aspek peningkatan kualitasnya. Dengan kualitas sumberdaya manusia yang semakin meningkat, akan dapat mendorong peningkatan produktivitas ekonomi sekaligus sebagai modal dasar untuk memacu pertumbuhan ekonomi.Bagi kebayakan negara-negara yang tingkat pembangunan ekonominya sudah tergolong lebih maju, produktivitas sumberdaya manusia secara teknis telah dijadikan sebagai instrumen terpenting untuk mempertahankan pencapaian laju pertumbuhan ekonomi, sekaligus dalam upaya untuk memperkuat basis struktural perekonomiannya.

Penjelasan

1.Sumber Daya Ekonomi

a.pengertian sumber daya ekonomi

Sumberdaya alam yang bisa habis dalam jangka pendek jika digunakan dan dicemari secara cepat, namun demikian lambat laun akan dapat diganti melalui proses alamiah misalnya ; pohon-pohon di hutan, rumput di padang rumput, deposit air tanah, udara segar dan lain-lain Sumberdaya alam ini keberadaannya harus dimanfaatkan seoptimal mungkin dalam kerangka untuk mendorong, mempercepat dan menunjang proses pembangunan wilayah (daerah). Namun demikian penting untuk diperhatikan aspek ketersediaan termasuk daya dukungnya terhadap mobilitas pembangunan daerah, karena apabila sumberdaya alam dengan 3 kategori ini dimanfaatkan dengan tidak bijaksana dan arif maka sudah barang tentu stagnasi dan kemunduran dinamika pembangunan ekonomi wilayah akan semakin cepat menjelma atau merupakan sesuatu yang tidak bisa dihindarkan.Disamping komponen sumberdaya alam, pada saat ini peranan sumberdaya manusia (human resources) dalam konteks kegiatan pembangunan ekonomi termasuk pembangunan ekonomi daerah (wilayah) semakin signifikan. Faktor sumberdaya manusia ini telah menghadirkan suatu proses pemikiran baru dalam telaah teori-teori pembangunan ekonomi, yang menempatkan sumberdaya manusia sebagai poros utama pembangunan ekonomi baik dalam skala global, nasional maupun daerah. Strategi pembangunan ekonomi yang berbasis pada pengembangan sumberdaya manusia (human resources development) dianggap sangat relevan dan cocok dengan kondisi dan karakter pembangunan ekonomi terutama di negara-negara berkembang sejak era 80-an..

b. Peranan Sumberdaya Ekonomi Dalam Pembangunan Ekonomi Daerah
Keterbatasan dalam kepemilikan sumberdaya alam dan sumberdaya manusia yang berkulitas dapat menimbulkan kemunduran yang sangat berarti dalam dinamika pembangunan ekonomi daerah. Konsekuensi lain yang ditimbulkan sebagai akibat terbatasnya kapasitas dan kapabilitas sumberdaya ekonomi yang dimiliki daerah adalah ketidakleluasaan daerah yang bersangkutan untuk mengarahkan program dan kegiatan pembangunan ekonominya, dan situasi ini menyebabkan munculnya pula disparitas pembangunan ekonomi wilayah. Kondisi ini tampaknya menjadi tak terhindarkan terutama bila dikaitkan dengan pelaksanaan otonomi daerah dewasa ini.Dalam telaah teoritis, dengan sangat tepat Hadi dan Anwar (1996) yang banyak menganalisis tentang dinamika ketimpangan dan pembangunan ekonomi antar wilayah mengungkapkan bahwa salah satu penyebab munculnya ketimpangan pembangunan ekonomi antar wilayah di Indonesia adalah adanya perbedaan dalam karakteristik limpahan sumberdaya alam (resources endowment) dan sumberdaya manusia (human resources) disamping beberapa faktor lain yang juga sangat krusial seperti perbedaan demografi, perbedaan potensi lokasi, perbedaan aspek aksesibilitas dan kekuasaan (power) dalam pengambilan keputusan serta perbedaan aspek potensi pasar.

1.2 Sumber Daya Sementara

Waktu menjadi variabel yang semakin penting dalam memahami perilaku konsumen.Karena konsumen mayoritas semakin mengalami kemiskinan akan waktu. Namun demikian ada suatu bagian waktu yang dihabiskan untuk kegiatan yang sangat pribadi yaitu waktu senggang. Sumber daya kognitifProduk yang diklasifikasikan menurut sifat waktu konsumen disebut barang waktu (time goods).

1.3 Sumber Daya Kognitif

Pengertian sumber daya kognitif adalah kemampuan untuk secara lebih tepat merepresentasikan dunia dan melakukan operasi logis dalam representasi konsep yang berdasar pada kenyataan. Teori ini membahas munculnya dan diperolehnya schemata—skema tentang bagaimana seseorang mempersepsi lingkungannya— dalam tahapan-tahapan perkembangan, saat seseorang memperoleh cara baru dalam merepresentasikan informasi secara mental. Teori ini digolongkan ke dalam konstruktivisme Periode sensorimotor

Menurut Piaget,bayi lahir dengan sejumlah refleks bawaan selain juga dorongan untuk mengeksplorasi dunianya. Skema awalnya dibentuk melalui diferensiasi refleks bawaan tersebut. Periode sensorimotor adalah periode pertama dari empat periode. Piaget berpendapat bahwa tahapan ini menandai perkembangan kemampuan dan pemahaman spatial penting dalam enam sub-tahapan:

Sub-tahapan skema refleks, muncul saat lahir sampai usia enam minggu dan berhubungan terutama dengan refleks.
Sub-tahapan fase reaksi sirkular primer, dari usia enam minggu sampai empat bulan dan berhubungan terutama dengan munculnya kebiasaan-kebiasaan.
Sub-tahapan fase reaksi sirkular sekunder, muncul antara usia empat sampai sembilan bulan dan berhubungan terutama dengan koordinasi antara penglihatan dan pemaknaan.
Sub-tahapan koordinasi reaksi sirkular sekunder, muncul dari usia sembilan sampai duabelas bulan, saat berkembangnya kemampuan untuk melihat objek sebagai sesuatu yang permanen walau kelihatannya berbeda kalau dilihat dari sudut berbeda (permanensi objek).
Sub-tahapan fase reaksi sirkular tersier, muncul dalam usia dua belas sampai delapan belas bulan dan berhubungan terutama dengan penemuan cara-cara baru untuk mencapai tujuan.
Sub-tahapan awal representasi simbolik, berhubungan terutama dengan tahapan awal kreatifitas

Tahapan praoperasional

Tahapan ini merupakan tahapan kedua dari empat tahapan. Dengan mengamati urutan permainan, Piaget bisa menunjukkan bahwa setelah akhir usia dua tahun jenis yang secara kualitatif baru dari fungsi psikologis muncul. Pemikiran (Pra)Operasi dalam teori Piaget adalah prosedur melakukan tindakan secara mental terhadap objek-objek. Ciri dari tahapan ini adalah operasi mental yang jarang dan secara logika tidak memadai. Dalam tahapan ini, anak belajar menggunakan dan merepresentasikan objek dengan gambaran dan kata-kata. Pemikirannya masih bersifat egosentris: anak kesulitan untuk melihat dari sudut pandang orang lain. Anak dapat mengklasifikasikan objek menggunakan satu ciri, seperti mengumpulkan semua benda merah walau bentuknya berbeda-beda atau mengumpulkan semua benda bulat walau warnanya berbeda-beda.

Menurut Piaget, tahapan pra-operasional mengikuti tahapan sensorimotor dan muncul antara usia dua sampai enam tahun. Dalam tahapan ini, anak mengembangkan keterampilan bahasanya. Mereka mulai merepresentasikan benda-benda dengan kata-kata dan gambar. Bagaimanapun, mereka masih menggunakan penalaran intuitif bukan logis. Di permulaan tahapan ini, mereka cenderung egosentris, yaitu, mereka tidak dapat memahami tempatnya di dunia dan bagaimana hal tersebut berhubungan satu sama lain. Mereka kesulitan memahami bagaimana perasaan dari orang di sekitarnya. Tetapi seiring pendewasaan, kemampuan untuk memahami perspektif orang lain semakin baik. Anak memiliki pikiran yang sangat imajinatif di saat ini dan menganggap setiap benda yang tidak hidup pun memiliki perasaan.

Tahapan operasional konkrit

Tahapan ini adalah tahapan ketiga dari empat tahapan. Muncul antara usia enam sampai duabelas tahun dan mempunyai ciri berupa penggunaan logika yang memadai. Proses-proses penting selama tahapan ini adalah:

Pengurutan—kemampuan untuk mengurutan objek menurut ukuran, bentuk, atau ciri lainnya. Contohnya, bila diberi benda berbeda ukuran, mereka dapat mengurutkannya dari benda yang paling besar ke yang paling kecil.

Klasifikasi—kemampuan untuk memberi nama dan mengidentifikasi serangkaian benda menurut tampilannya, ukurannya, atau karakteristik lain, termasuk gagasan bahwa serangkaian benda-benda dapat menyertakan benda lainnya ke dalam rangkaian tersebut. Anak tidak lagi memiliki keterbatasan logika berupa animisme(anggapan bahwa semua benda hidup dan berperasaan)

Konservasi—memahami bahwa kuantitas, panjang, atau jumlah benda-benda adalah tidak berhubungan dengan pengaturan atau tampilan dari objek atau benda-benda tersebut. Sebagai contoh, bila anak diberi cangkir yang seukuran dan isinya sama banyak, mereka akan tahu bila air dituangkan ke gelas lain yang ukurannya berbeda, air di gelas itu akan tetap sama banyak dengan isi cangkir lain.

Penghilangan sifat Egosentrisme—kemampuan untuk melihat sesuatu dari sudut pandang orang lain (bahkan saat orang tersebut berpikir dengan cara yang salah). Sebagai contoh, tunjukkan komik yang memperlihatkan Siti menyimpan boneka di dalam kotak, lalu meninggalkan ruangan, kemudian Ujang memindahkan boneka itu ke dalam laci, setelah itu baru Siti kembali ke ruangan. Anak dalam tahap operasi konkrit akan mengatakan bahwa Siti akan tetap menganggap boneka itu ada di dalam kotak walau anak itu tahu bahwa boneka itu sudah dipindahkan ke dalam laci oleh Ujang.

Tahapan operasional formal

Tahap operasional formal adalah periode terakhir perkembangan kognitif dalam teori Piaget. Tahap ini mulai dialami anak dalam usia sebelas tahun (saat pubertas) dan terus berlanjut sampai dewasa. Karakteristik tahap ini adalah diperolehnya kemampuan untuk berpikir secara abstrak, menalar secara logis, dan menarik kesimpulan dari informasi yang tersedia.

Informasi umum mengenai tahapan-tahapan
Keempat tahapan ini memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

Walau tahapan-tahapan itu bisa dicapai dalam usia bervariasi tetapi urutannya selalu sama. Tidak ada ada tahapan yang diloncati dan tidak ada urutan yang mundur.
Universal (tidak terkait budaya)
Bisa digeneralisasi: representasi dan logika dari operasi yang ada dalam diri seseorang berlaku juga pada semua konsep dan isi pengetahuan
Tahapan-tahapan tersebut berupa keseluruhan yang terorganisasi secara logis
Urutan tahapan bersifat hirarkis (setiap tahapan mencakup elemen-elemen dari tahapan sebelumnya, tapi lebih terdiferensiasi dan terintegrasi)
Tahapan merepresentasikan perbedaan secara kualitatif dalam model berpikir, bukan hanya perbedaan kuantitatif

Proses perkembangan

Seorang individu dalam hidupnya selalu berinteraksi dengan lingkungan. Dengan berinteraksi tersebut, seseorang akan memperoleh skema. Skema berupa kategori pengetahuan yang membantu dalam menginterpretasi dan memahami dunia. Skema juga menggambarkan tindakan baik secara mental maupun fisik yang terlibat dalam memahami atau mengetahui sesuatu.

Asimilasi adalah proses menambahkan informasi baru ke dalam skema yang sudah ada. Proses ini bersifat subjektif, karena seseorang akan cenderung memodifikasi pengalaman atau informasi yang diperolehnya agar bisa masuk ke dalam skema yang sudah ada sebelumnya. Dalam contoh di atas, melihat burung kenari dan memberinya label “burung” adalah contoh mengasimilasi binatang itu pada skema burung si anak.

Akomodasi adalah bentuk penyesuaian lain yang melibatkan pengubahan atau penggantian skema akibat adanya informasi baru yang tidak sesuai dengan skema yang sudah ada. Dalam proses ini dapat pula terjadi pemunculan skema yang baru sama sekali. Dalam contoh di atas, melihat burung unta dan mengubah skemanya tentang burung sebelum memberinya label “burung” adalah contoh mengakomodasi binatang itu pada skema burung si anak.

Melalui kedua proses penyesuaian tersebut, sistem kognisi seseorang berubah dan berkembang sehingga bisa meningkat dari satu tahap ke tahap di atasnya. Proses penyesuaian tersebut dilakukan seorang individu karena ia ingin mencapai keadaan equilibrium, yaitu berupa keadaan seimbang antara struktur kognisinya dengan pengalamannya di lingkungan. Seseorang akan selalu berupaya agar keadaan seimbang tersebut selalu tercapai dengan menggunakan kedua proses penyesuaian di atas.

Dengan demikian, kognisi seseorang berkembang bukan karena menerima pengetahuan dari luar secara pasif tapi orang tersebut secara aktif mengkonstruksi pengetahuannya.

1.4 Pengetahuan Organisasi:

Pengetahuan organisasi mencakup skema klasifikasi yang mengatur bahan-bahan pada tingkat umum (seperti buku-buku di rak), judul-judul subjek yang menyediakan akses yang lebih rinci, dan otoritas file yang mengontrol versi varian informasi penting (seperti nama-nama geografis dan nama-nama pribadi). Istilah pengetahuan organisasi ini dimaksudkan untuk mencakup semua jenis skema untuk mengorganisir informasi dan mempromosikan manajemen pengetahuan. Sistem pengetahuan organisasi yang mencakup Mengatur skema Klasifikasi bahan-bahan pada tingkat umum (seperti buku-buku di rak), judul-judul subjek yang menyediakan akses lebih terperinci, dan Otoritas varian versi file yang mengontrol informasi kunci (seperti nama-nama dan nama Geografis -nama pribadi). Mereka juga termasuk kurang-skema tradisional, seperti jaringan semantik dan ontologi. Mereka juga termasuk kurang-skema tradisional, seperti jaringan semantik dan ontologi. Karena sistem organisasi pengetahuan mekanisme untuk mengorganisir informasi, mereka berada di jantung dari setiap perpustakaan, museum, dan arsip. Karena mekanisme sistem pengetahuan organisasi untuk mengorganisir informasi, mereka berada di jantung dari setiap perpustakaan, museum, dan arsip. Sistem organisasi pengetahuan digunakan untuk mengatur bahan-bahan untuk tujuan pengambilan dan untuk mengelola koleksi. Sistem pengetahuan organisasi Digunakan untuk Mengatur bahan-bahan untuk tujuan pengambilan dan untuk mengelola koleksi. Sebuah KOS berfungsi sebagai jembatan antara kebutuhan informasi pengguna dan materi dalam koleksi. Sebuah berfungsi KOS Sebagai jembatan antara kebutuhan pengguna informasi dan materi dalam koleksi. Dengan itu, pengguna harus dapat mengidentifikasi objek menarik tanpa pengetahuan sebelumnya keberadaannya. Dengan itu, pengguna harus dapat mengidentifikasi objek menarik tanpa pengetahuan sebelumnya keberadaannya. Baik melalui browsing atau mencari langsung, baik melalui tema pada halaman Web atau situs mesin pencari, para KOS membimbing pengguna melalui proses penemuan. Baik melalui mencari atau browsing langsung, baik melalui tema pada halaman Web atau situs mesin pencari, para KOS membimbing pengguna melalui proses penemuan. Selain itu, Koss mengijinkan penyelenggara untuk menjawab pertanyaan mengenai cakupan pengumpulan dan apa yang dibutuhkan untuk melengkapi itu. Selain itu, Koss mengijinkan Penyelenggara untuk menjawab pertanyaan mengenai cakupan Pengumpulan dan apa yang dibutuhkan untuk melengkapi itu.
Semua perpustakaan digital menggunakan satu atau lebih KOS. Semua perpustakaan digital Menggunakan satu atau lebih KOS. Sama seperti di perpustakaan fisik, para KOS dalam perpustakaan digital memberikan gambaran umum isi koleksi dan mendukung pengambilan. Sama seperti di perpustakaan fisik, ayat dalam perpustakaan digital KOS Memberikan gambaran umum isi koleksi dan mendukung pengambilan. Mungkin skema KOS tradisional yang relevan dengan ruang lingkup materi dan audiens yang diharapkan untuk perpustakaan digital (seperti Sistem Desimal Dewey atau INSPEC Thesaurus), sebuah skema yang dikembangkan secara komersial seperti Yahoo atau Excite kategori, atau lokal mengembangkan skema untuk intranet perusahaan. Mungkin skema KOS tradisional yang relevan dengan materi dan Ruang Lingkup audiens yang diharapkan untuk perpustakaan digital (seperti Sistem Desimal Dewey atau INSPEC Thesaurus), sebuah skema yang dikembangkan secara komersial seperti Yahoo atau Excite kategori, atau mengembangkan skema lokal untuk intranet perusahaan.

Keputusan apa yang sistem organisasi pengetahuan untuk menggunakan merupakan pusat pengembangan perpustakaan digital apapun. Keputusan apa yang sistem pengetahuan organisasi untuk Menggunakan Merupakan pusat pengembangan perpustakaan digital apapun. KOS harus yang berlaku, baik secara otomatis atau dengan catalogers manusia, untuk sumber daya yang termasuk dalam perpustakaan digital. KOS harus yang berlaku, baik secara otomatis atau dengan catalogers manusia, untuk sumber daya yang termasuk dalam perpustakaan digital. Setelah materi disertakan dalam koleksi, yang KOS harus berarti bagi para penggunanya. Setelah materi disertakan dalam koleksi, yang KOS harus berarti bagi para penggunanya. Bagian ini menguraikan karakteristik Koss, menggambarkan jenis umum, dan membahas asal-usul dan tradisional mereka menggunakan. Bagian ini menguraikan karakteristik Koss, menggambarkan jenis umum, dan membahas asal-usul dan Menggunakan tradisional mereka. Karakteristik umum Pengetahuan umum Karakteristik Sistem Organisasi Organisasi Sistem Pengetahuan Hal ini sering mengatakan bahwa manusia adalah melekat penyelenggara. Hal ini sering mengatakan Bahwa manusia adalah melekat Penyelenggara. Dari usia dini, anak-anak bermain sortasi dan pencocokan permainan. Dari usia dini, anak-anak bermain sortasi dan pencocokan permainan. Kami mengatasi dengan dunia yang senantiasa berubah dengan membandingkan benda-benda baru atau pengalaman dengan orang-orang yang kita kenal, mengidentifikasi pola-pola dan kategorisasi apa yang baru ke dalam kerangka acuan yang ada. Kami mengatasi dengan dunia yang senantiasa berubah dengan membandingkan benda-benda baru atau pengalaman dengan orang-orang yang kita kenal, mengidentifikasi pola-pola dan kategorisasi apa yang baru ke dalam Kerangka Acuan yang ada. Penekanan pada pengembangan Koss komprehensif dapat dilihat dalam tulisan-tulisan paling awal yang kita filsuf, banyak dari mereka terus mempengaruhi pandangan kita tentang dunia. Penekanan pada pengembangan Koss komprehensif dapat dilihat dalam tulisan-tulisan paling awal yang kita FILSUF, banyak dari mereka terus Mempengaruhi pandangan kita tentang dunia. Sebagai contoh, Aristoteles upaya untuk mengkategorikan pengetahuan ke dalam kelompok-kelompok (seperti fisika, politik, atau psikologi) yang tercermin dalam bahasa kita, pendidikan kita, dan ilmu pengetahuan kita. Sebagai contoh, Aristoteles Upaya untuk mengkategorikan pengetahuan ke dalam kelompok-kelompok (seperti fisika, politik, atau psikologi) yang tercermin dalam bahasa kita, pendidikan kita, dan ilmu pengetahuan kita. Asli skema klasifikasi Library of Congress, digunakan antara 1800 dan 1814, didasarkan pada karya-karya filosofis dari Sir Francis Bacon dan diwarisi dari tradisi Inggris. Mulai tahun 1814, pengaruh dari Thomas Jefferson dapat dilihat pada koleksi Perpustakaan Kongres. Klasifikasi skema Asli Library of Congress, Digunakan antara 1800 dan 1814, didasarkan pada karya-karya filosofis dari Sir Francis Bacon tradisi dan diwarisi dari Inggris. Mulai tahun 1814, pengaruh dari Thomas Jefferson dapat dilihat di Perpustakaan Kongres koleksi. Jefferson, yang direklasifikasi perpustakaan, mencerminkan filsafat yang lebih humanis (Lesk 1997). Jefferson, yang direklasifikasi perpustakaan, mencerminkan filsafat yang lebih humanis (Lesk 1997). Tidak ada satu skema klasifikasi pengetahuan di mana semua orang setuju. Tidak ada satu skema Klasifikasi pengetahuan di mana semua orang setuju. Michael Lesk berspekulasi bahwa sementara satu KOS akan menguntungkan, itu adalah tidak mungkin bahwa sistem seperti ini akan pernah dikembangkan. Budaya dapat menghambat skema klasifikasi pengetahuan sehingga apa yang bermakna bagi satu budaya tidak selalu bermakna bagi lain (Lesk 1997). Michael Lesk berspekulasi Bahwa sementara satu KOS akan menguntungkan, itu adalah Bahwa tidak mungkin sistem seperti ini akan selalu dikembangkan. Budaya dapat menghambat skema pengetahuan Klasifikasi Sehingga apa yang bermakna bagi satu budaya tidak selalu bermakna bagi lain (Lesk 1997). Oleh karena itu, kita hidup di dunia yang banyak, varian cara untuk mengatur pengetahuan. Oleh karena itu, kita hidup di dunia yang banyak, varian cara untuk Mengatur pengetahuan. Meskipun keragaman mereka, Koss memiliki karakteristik umum berikut yang penting untuk mereka gunakan dalam penyelenggaraan perpustakaan digital. Meskipun keragaman mereka, Koss berikut memiliki karakteristik umum yang penting untuk mereka gunakan dalam Penyelenggaraan perpustakaan digital.

* The KOS memaksakan pandangan tertentu tentang dunia di koleksi dan barang-barang di dalamnya. Di KOS Tertentu memaksakan pandangan tentang dunia di koleksi dan barang-barang di dalamnya.
* Entitas yang sama dapat dicirikan dengan cara yang berbeda, tergantung pada KOS yang digunakan. Entitas yang sama dapat dicirikan dengan cara yang Berbeda, tergantung pada KOS yang Digunakan.
* Harus ada cukup kesamaan antara konsep yang ditunjukkan dalam suatu KOS dan dunia nyata objek yang mengacu pada konsep bahwa seseorang yang berpengetahuan luas bisa menerapkan sistem dengan reliabilitas yang wajar. Harus ada cukup kesamaan antara konsep yang ditunjukkan Dalam Suatu KOS dan dunia nyata objek yang mengacu pada konsep Bahwa seseorang yang berpengetahuan luas bisa menerapkan sistem dengan reliabilitas yang wajar. Demikian juga, orang yang mencari materi yang relevan dengan menggunakan KOS harus dapat menghubungkan konsep-nya dengan perwakilan dalam sistem. Demikian juga, orang yang mencari materi yang relevan dengan Menggunakan KOS harus dapat Menghubungkan konsep-nya dengan Perwakilan dalam sistem.

Jenis Jenis Sistem Organisasi Pengetahuan Organisasi Sistem Pengetahuan

A review dari beberapa sistem organisasi pengetahuan khas menunjukkan ruang lingkup dan penerapan mereka ke berbagai pengaturan perpustakaan digital. Walaupun ada definisi khusus untuk banyak Koss ini di ilmu komputer dan informasi ilmu sastra, dan bahkan dalam dokumen standar, ada perdebatan mengenai definisi ini. A review dari pengetahuan organisasi Beberapa sistem khas menunjukkan Ruang Lingkup dan Penerapan mereka ke berbagai Pengaturan perpustakaan digital. Walaupun ada definisi khusus untuk banyak Koss ini di ilmu komputer dan informasi ilmu sastra, dan Bahkan dalam dokumen standar, ada Perdebatan mengenai definisi ini. Istilah yang sering digunakan, terutama dalam pers populer dan dalam perdagangan buku, dalam cara yang tidak standar. Istilah yang sering Digunakan, terutama dalam pers populer dan dalam perdagangan buku, dalam cara yang tidak standar. Mencerminkan lingkup praktik ini, baru-baru ini Organisasi Standar Informasi Nasional (NISO) lokakarya di tesaurus elektronik menekankan perlunya untuk meningkatkan definisi dari “terminologi yang berhubungan dengan terminologi” (NISO 1999). Lingkup mencerminkan praktik ini, baru-baru ini Organisasi Informasi Standar Nasional (NISO) Lokakarya di tesaurus elektronik Perlunya untuk Meningkatkan menekankan definisi dari “Terminologi yang berhubungan dengan Terminologi” (NISO 1999).

Glosari. A glossary adalah daftar istilah, biasanya dengan definisi. Istilah mungkin dari bidang subjek tertentu atau dari pekerjaan tertentu. Glosari. Seorang glossary daftar istilah adalah, biasanya dengan definisi. Istilah-istilah yang mungkin dari bidang subjek Tertentu atau dari pekerjaan tertentu. Istilah didefinisikan dalam lingkungan tertentu dan jarang termasuk varian makna. Istilah Tertentu didefinisikan dalam lingkungan dan jarang termasuk varian makna. Contohnya termasuk Badan Perlindungan Lingkungan (EPA) Persyaratan Lingkungan Hidup. Contohnya termasuk Badan Perlindungan Lingkungan (EPA) Persyaratan Lingkungan Hidup. Kamus. Kamus adalah daftar menurut abjad kata dan definisi mereka. Kamus. Kamus adalah daftar kata Abjad dan menurut definisi mereka. Varian indra disediakan bila memungkinkan. Kamus lebih umum cakupannya daripada Glosari. Varian indra disediakan bila memungkinkan. Kamus yang lebih umum cakupannya daripada Glosari. Mereka mungkin juga menyediakan informasi tentang asal-usul kata, varian (dengan ejaan dan morfologi), dan banyak makna di seluruh disiplin ilmu. Sementara kamus mungkin juga menyediakan sinonim dan melalui definisi, relasi kata, tidak ada struktur hirarkis eksplisit atau mencoba mengelompokkannya konsep. Mereka mungkin juga Memberikan informasi mengenai asal-usul kata, varian (dengan Ejaan dan Morfologi), dan banyak makna di seluruh disiplin ilmu. Sementara juga dapat menyediakan kamus sinonim dan melalui definisi, Relasi kata, tidak ada struktur hirarkis eksplisit atau kelompok berusaha dengan konsep mereka. Gazetteers. Seorang wartawan adalah daftar nama-nama tempat. Gazetteers. Seorang wartawan adalah daftar nama-nama tempat. Gazetteers tradisional telah diterbitkan sebagai buku atau telah muncul sebagai indeks atlas. Diterbitkan telah Gazetteers tradisional Sebagai buku atau indeks telah Muncul Sebagai atlas. Setiap entri juga dapat diidentifikasi dengan jenis fitur, seperti sungai, kota, atau sekolah. Setiap Entri juga dapat diidentifikasi dengan jenis fitur, seperti sungai, kota, atau sekolah. Sebuah contoh adalah US Code of Geographic Names. Sebuah contoh adalah US Code of Geographic Names. Geospatially direferensikan gazetteers memberikan koordinat untuk mencari tempat di permukaan bumi. Memberikan Geospatially Koordinat direferensikan gazetteers untuk mencari tempat di permukaan bumi. Istilah jurnalis memiliki beberapa arti lain, termasuk publikasi pengumuman seperti paten atau hukum wartawan. Beberapa istilah jurnalis memiliki arti lain, termasuk publikasi pengumuman patena seperti hukum atau wartawan. Gazetteers ini sering diselenggarakan menggunakan skema klasifikasi atau kategori subjek. Gazetteers ini sering diselenggarakan Klasifikasi Menggunakan skema atau kategori subjek. Klasifikasi dan Kategori Klasifikasi dan Kategori Perihal Pos. Jenis skema ini menyediakan seperangkat terkendali istilah untuk mewakili subyek item dalam koleksi. Perihal Pos. Jenis Skema ini menyediakan seperangkat terkendali istilah untuk mewakili subyek dalam koleksi item. Perihal pos daftar dapat luas dan mencakup berbagai mata pelajaran, namun daftar judul subjek struktur umumnya sangat dangkal, dengan struktur hirarkis yang terbatas. Perihal pos daftar dapat luas dan mencakup berbagai mata pelajaran, namun daftar judul subjek struktur umumnya sangat dangkal, dengan struktur hirarkis yang terbatas. Digunakan, judul subjek cenderung dikoordinasikan, dengan aturan untuk bagaimana mereka dapat bergabung untuk memberikan konsep yang lebih spesifik. Digunakan, judul subjek cenderung dikoordinasikan, dengan aturan untuk bagaimana mereka dapat bergabung untuk Memberikan konsep yang lebih Spesifik. Contoh termasuk Kedokteran Subject Headings (MeSH) dan Library of Congress Subject Headings (LCSH). Contoh termasuk Kedokteran Subject Headings (MeSH) dan Library of Congress Subject Headings (LCSH). Skema klasifikasi, taksonomi, dan Kategorisasi Skema. Istilah-istilah ini sering digunakan secara bergantian. Skema Klasifikasi, Taksonomi, dan Kategorisasi Skema. Istilah-istilah ini sering Digunakan secara bergantian. Walaupun mungkin ada perbedaan halus dari contoh contoh, jenis Koss semua menyediakan cara untuk memisahkan entitas menjadi “ember” atau topik yang luas tingkatan. Walaupun mungkin ada contoh dari halus Perbedaan contoh, semua jenis Koss menyediakan cara untuk memisahkan Entitas menjadi “bara” atau topik yang luas Tingkatan. Beberapa contoh memberikan hirarkis susunan notasi angka atau abjad untuk mewakili topik yang luas. Beberapa contoh Memberikan susunan hirarkis atau Abjad notasi angka untuk mewakili topik yang luas. Koss jenis ini mungkin tidak mengikuti aturan-aturan untuk hirarki yang diperlukan dalam Tesaurus NISO ANSI Standar (Z39.19) (NISO 1998), dan mereka tidak memiliki hubungan eksplisit disajikan dalam thesaurus. Koss jenis ini mungkin tidak Mengikuti aturan-aturan yang diperlukan untuk Hirarki dalam Tesaurus NISO ANSI Standard (Z39.19) (NISO 1998), dan mereka tidak memiliki hubungan eksplisit disajikan dalam thesaurus. Contoh mencakup skema klasifikasi Library of Congress Classification Schedules (yang terbuka, sistem diperluas), Klasifikasi Desimal Dewey (sistem tertutup bagian dengan 10 angka desimal ekstensi), dan Klasifikasi Desimal Universal (berdasarkan Dewey tetapi diperluas hingga mencakup aspek , atau aspek-aspek tertentu dari sebuah topik). Contoh skema mencakup Klasifikasi Library of Congress Classification Schedules (yang terbuka, sistem diperluas), Klasifikasi Desimal Dewey (bagian sistem tertutup dengan ekstensi 10 angka desimal), dan Klasifikasi Desimal Universal (berdasarkan Kwek tetapi diperluas hingga mencakup Aspek, atau Aspek-Aspek Tertentu dari sebuah topik). Kategori subjek sering digunakan untuk kelompok tesaurus istilah dalam set topik yang luas yang terletak di luar skema hirarkis tesaurus. Kategori subjek sering Digunakan untuk kelompok tesaurus istilah dalam mengatur topik yang luas yang Terletak di luar skema hirarkis tesaurus. Taksonomi semakin sering digunakan dalam desain berorientasi objek dan sistem manajemen pengetahuan untuk menunjukkan setiap pengelompokan objek berdasarkan karakteristik tertentu. Taksonomi semakin sering Digunakan Berorientasi objek dalam desain sistem dan manajemen pengetahuan untuk menunjukkan setiap pengelompokan objek berdasarkan karakteristik tertentu.
Hubungan Hubungan Daftar Daftar Thesauri. Thesauri didasarkan pada konsep-konsep dan mereka menunjukkan hubungan di antara istilah. Thesauri. Thesauri didasarkan pada konsep-konsep dan mereka menunjukkan hubungan di antara istilah. Hubungan biasanya dinyatakan dalam thesaurus termasuk hirarki, kesetaraan (sinonim), dan asosiasi atau keterkaitan. Hubungan ini umumnya diwakili oleh notasi BT (istilah yang lebih luas), NT (istilah sempit), SY (sinonim), dan RT (asosiatif atau istilah yang berhubungan). Hubungan biasanya dinyatakan dalam termasuk tesaurus Hierarki, Kesetaraan (sinonim), dan asosiasi atau keterkaitan. Hubungan-hubungan ini umumnya diwakili oleh notasi BT (istilah yang lebih luas), NT (istilah sempit), SY (sinonim), dan RT (asosiatif atau istilah terkait). Hubungan asosiatif mungkin lebih rinci dalam beberapa skema. Hubungan asosiatif mungkin lebih rinci dalam beberapa skema. Misalnya, Unified Medical Language System (UMLS) dari National Library of Medicine telah didefinisikan lebih dari 40 hubungan, banyak yang asosiatif. Misalnya, Unified Medical Language System (UMLS) dari National Library of Medicine telah didefinisikan lebih dari 40 hubungan, banyak yang asosiatif. Istilah yang dipilih untuk mengindeks dan pengambilan diidentifikasi. Istilah yang dipilih untuk mengindeks dan pengambilan diidentifikasi. Entry istilah (atau istilah nonpreferred) menunjuk pada istilah yang lebih disukai untuk digunakan untuk setiap konsep. Entry istilah (atau istilah nonpreferred) menunjuk pada istilah yang lebih disukai untuk Digunakan untuk setiap konsep.

1.5 Pengetahuan Konsumen akan Mempengaruhi Keputusan Pembelian

Apa yang dibeli, berapa banyak yang dibeli, dimana membeli dan kapan membeli akan tergantung kepada pengetahuan konsumen mengenai hal-hal tersebut.

Pengetahuan Konsumen adalah semua informasi yang dimiliki konsumen mengenai berbagai macam produk, serta pengetahuan lainnya yang terkait dan informasi yang berhubungan dengan fungsinya sebagai konsumen.Pengetahuan Produk adalah kumpulan berbagai macam informasi mengenai produk Pengetahuan ini meliputi kategori produk, merek, terminologi produk, atribut atau fitur merek produk, harga produk dan kepercayaan mengenai produk.

Jenis Pengetahuan Produk

(1) Pengetahuan ttg karakteristik/atribut produk

(2) Pengetahuan ttg manfaat produk

(3) Pengetahuan ttg kepuasan yg diberikan produk kepada konsumen.

Seorang Konsumen akan melihat suatu produk berdasarkan kepada karakteristik atau ciri atau atribut dari produk tersebut. Setiap konsumen mungkin memiliki kemampuan yg berbeda dalam menyebutkan karakteristik/atribut dari suatu produk. Hal ini disebabkan perbedaan pengetahuan yang dimilikinya. Pengetahuan mengenai atribut tersebut akan mempengaruhi pengambilan keputusan konsumen. Pengetahuan yg lebih banyak akan memudahkan konsumen dlm memilih produk yg akan dibelinya. Seorang Konsumen mengkonsumsi sayuran dan buahbuahan karena mengetahui manfaat produk tsb bagi kesehatan tubuhnya. Manfaat yg dirasakan konsumen setelah mengkonsumsi sayuran dan buah-buahan adalah memperlancar BAB. Inilah yang disebut sebagai pengetahuan tentang manfaat produk Dua Jenis Manfaat

(1) Manfaat Fungsional, yaitu manfaat yg dirasakan konsumen secara fisiologis

(2) Manfaat Psikososial, yaitu aspek psikologis dan aspek sosial yang dirasakan konsumen setelah mengkonsumsi suatu produk

Pengetahuan Pembelian terdiri atas pengetahuan tentang toko, lokasi produk di dalam toko dan penempatan produk yang sebenarnya di dalam toko tersebut Konsumen cenderung lebih senang mengunjungi toko yang sudah dikenalnya untuk berbelanja, karena telah mengetahui dimana letak produk di dalam toko tsb. Hal ini akan memudahkan konsumen untuk berbelanja karena konsumen bisa menghemat waktu dalam mencari lokasi produk. Store contact meliputi tindakan mencari outlet, pergi ke outlet dan memasuki outlet. Product contact, konsumen akan mencari lokasi produk, mengambil produk tsb dan membawanya ke kasir Transaction, konsumen akan membayar produk tsb dengan tunai, kartu kredit, kartu debet atau alat pembayaran lainnya. Suatu produk akan memberikan manfaat kepada konsumen jika produk tsb telah digunakan/ dikonsumsi. Agar produk tsb bisa memberikan manfaat yang maksimal dan kepuasan yg tinggi, maka konsumen harus bisa menggunakan/ mengkonsumsi produk tersebut dengan benar.

BAB 3

KESIMPULAN

Berdasarkan uraian hasil penelitian dan pembahasan pada bab terdahulu, maka penulis dapat menarik beberapa kesimpulan sebagai berikut:

Studi perilaku konsumen muncul seiring dengan berkembangnya konsep pemasaran, yang merupakan cara pandang pemasar dalam menghadapi konsumen dan pesaingnya, di mana pemasar berusaha memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen secara lebih efektif dari para pesaingnya. Tujuannya adalah memperoleh kepuasan pelanggan. Sehingga ilmu perilaku konsumen dibutuhkan untuk mengidentifikasi apa kebutuhan dan keinginan konsumen dan pelanggan tersebut sehingga pemasar mampu menyusun dan mengimplementasikan strategi pemasaran yang tepat untuk karakteristik konsumen yang menjadi target pasar.

Pemahaman tentang konsumen ini diperoleh pemasar melalui penelitian-penelitian perilaku konsumen sehingga dapat dipertanggung-jawabkan kebenaran informasi yang terima dan digunakan dalam penyusunan strategi pemasaran.

Konsumen dapat merupakan seorang individu ataupun organisasi, mereka memiliki peran yang berbeda dalam perilaku konsumsi, mereka mungkin berperan sebagai initiator, influencer, buyer, payer atau user.

Dalam upaya untuk lebih memahami konsumennya sehingga dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen, perusahaan dapat menggolongkan konsumennya ke dalam kelompok yang memiliki kemiripan tertentu, yaitu pengelompokan menurut geografi, demografi, psikografi, dan perilaku.

PENUTUP

Saya mengucapan terima kasih kepada seluruh pemangku kepentingan, dan semua pihak atas segala bentuk dukungan yang diberikan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: